kodingup.camp

Beranda/Siap Kerja US: Bahasa Inggris, Portofolio & Melamar

Peta Jalan Kerja untuk Perusahaan US

Modul 1 dari 107 menit bacaPaths to US Jobs

Isi modul

    Kenapa ini penting

    Banyak developer Indonesia langsung mengetik "remote job USA" di Google, lalu melamar ke semua lowongan yang muncul. Hasilnya sering nol balasan, dan penyebabnya bukan skill. Lowongan itu ternyata hanya untuk orang yang tinggal di US, atau butuh izin kerja US, atau mewajibkan jam kerja yang bentrok total dengan jam tidur kamu. Sebelum menulis CV, kamu perlu tahu dulu jalur mana yang realistis untuk kamu sekarang. Ibarat mau ke Bandung dari Jakarta: bisa naik kereta cepat, mobil pribadi, atau bus. Semuanya sampai, tetapi biaya, persiapan, dan risikonya beda. Memilih jalur dulu akan menghemat berbulan-bulan lamaran yang salah sasaran.

    Konsep inti

    Tiga jalur utama

    Secara garis besar ada tiga cara developer Indonesia bekerja untuk perusahaan US:

    1. Remote sebagai contractor (kontraktor independen). Kamu tetap tinggal di Indonesia, menandatangani kontrak jasa, mengirim invoice, dan dibayar per jam atau per bulan. Kamu bukan karyawan perusahaan itu. Kontrak dan pembayaran sering lewat platform seperti Deel, Remote.com, atau marketplace seperti Upwork. Ini jalur yang paling sering dipakai karena perusahaan tidak perlu membuka badan hukum di Indonesia.
    2. Remote sebagai employee lewat EOR (Employer of Record). EOR adalah perusahaan yang menjadi pemberi kerja resmi kamu di Indonesia atas nama perusahaan US. Remote.com mendefinisikan EOR sebagai "a company that becomes the legal employer for your team in a country where you don't have your own entity". Deel menyebut di halaman EOR Indonesia-nya bahwa mereka mengurus pendaftaran BPJS, pemotongan PPh 21, dan kontrak kerja (sumber: deel.com, halaman Hire Employees in Indonesia). Artinya kamu mendapat status karyawan dengan hak-hak menurut hukum Indonesia, sementara sehari-hari kamu bekerja untuk tim di US.
    3. Relokasi ke US dengan visa kerja. Kamu pindah ke Amerika dan bekerja di sana dengan visa seperti H-1B, L-1, atau O-1. Jalur ini butuh perusahaan yang mau mensponsori (mengajukan petisi ke USCIS), memakan waktu lama, dan peluangnya tidak pasti. Detailnya dibahas di modul 9.

    Untung-rugi tiap jalur

    Jalur Kelebihan Kekurangan Cocok untuk
    Contractor Paling mudah diterima perusahaan, proses cepat, fleksibel, bisa punya beberapa klien Tidak ada cuti berbayar/BPJS dari klien, kontrak bisa diputus cepat, kamu urus pajak sendiri Developer yang mau mulai sekarang, termasuk level junior-mid yang punya portofolio kuat
    Employee via EOR Status karyawan, potongan pajak dan BPJS diurus, lebih stabil Lowongan lebih sedikit, perusahaan membayar biaya EOR jadi gaji bisa ditekan Developer mid-senior yang ingin stabilitas
    Relokasi + visa Gaji pasar US, karier di ekosistem US Butuh sponsor, kuota terbatas, biaya dan risiko tinggi, keluarga ikut pindah Developer senior/spesialis, atau yang sudah bekerja di perusahaan multinasional

    Catatan soal biaya EOR: halaman harga Deel (deel.com/pricing) mencantumkan EOR mulai USD 599 per karyawan per bulan. Itu klaim pemasaran mereka sendiri dan bisa berubah, tapi cukup untuk memberi gambaran: perusahaan mengeluarkan biaya tambahan untuk mempekerjakan kamu sebagai employee. Karena itu banyak perusahaan memilih jalur contractor dulu.

    Kata kunci di lowongan yang menentukan jalurmu

    Saat membaca lowongan, cari frasa berikut. Inilah penentu apakah lowongan itu "terbuka untuk kamu" atau tidak:

    Zona waktu: WIB vs US

    Ini faktor yang paling sering diremehkan. WIB adalah UTC+7. US punya beberapa zona waktu, dua yang paling sering muncul di lowongan:

    Menurut NIST (nist.gov), daylight saving time di US dimulai pukul 02.00 hari Minggu kedua bulan Maret dan berakhir pukul 02.00 hari Minggu pertama bulan November. Untuk 2026, NIST mencantumkan 8 Maret sampai 1 November. Indonesia tidak memakai daylight saving, jadi selisih jam kamu dengan US berubah dua kali setahun.

    Waktu di US Saat standard time (Nov-Mar) Saat daylight saving (Mar-Nov)
    09.00 Eastern 21.00 WIB 20.00 WIB
    12.00 Eastern 00.00 WIB (besoknya) 23.00 WIB
    09.00 Pacific 00.00 WIB (besoknya) 23.00 WIB
    17.00 Pacific 08.00 WIB (besoknya) 07.00 WIB (besoknya)

    Artinya, kalau tim kamu di Eastern dan meminta overlap 2-3 jam di pagi hari mereka, kamu bekerja sekitar pukul 20.00-23.00 WIB. Kalau tim di Pacific, overlap pagi mereka jatuh di tengah malam WIB, dan overlap sore mereka jatuh di pagi buta WIB. Banyak developer Indonesia memilih pola "split shift": kerja fokus siang hari WIB (tim US sedang tidur, jadi tidak ada gangguan), lalu online 2 jam di malam hari untuk meeting dan diskusi. Pikirkan pola ini sebelum melamar, bukan setelah tanda tangan kontrak.

    Analogi: memilih jalur seperti memilih kos

    Jalur contractor seperti kos bulanan: masuk cepat, keluar cepat, fasilitas minim. EOR seperti kontrak rumah tahunan: lebih stabil, ada perjanjian jelas, tapi lebih sulit didapat. Relokasi seperti membeli rumah di kota lain: keputusan besar, butuh modal dan "penjamin" (sponsor), dan prosesnya panjang. Banyak orang mulai dari kos, lalu naik kelas.

    Contoh kode

    Bagian ini berisi template, bukan kode program. Berikut "kartu keputusan" yang bisa kamu salin ke catatan pribadi untuk menilai setiap lowongan sebelum melamar:

    JOB FIT CARD, isi sebelum klik "Apply"
    
    Company      : Acme Analytics (Series B, 120 people)
    Role         : Frontend Engineer (React/TypeScript)
    Location tag : "Remote, Anywhere"          → OK untuk Indonesia? [YA]
    Work status  : Contractor via Deel          → Jalur: contractor
    Visa note    : "We do not sponsor visas"    → relokasi: tidak
    Hours        : "4h overlap with ET (9am-1pm ET)"
                   → standard time: 21.00-01.00 WIB   (berat)
                   → daylight saving: 20.00-24.00 WIB
    Pay          : "USD 4,000-5,500/month"      → tertulis di lowongan
    Stack match  : React ✔  TypeScript ✔  Next.js ✔  GraphQL ✘ (bisa dipelajari)
    
    Keputusan    : LAMAR, tapi tanyakan apakah overlap bisa 2 jam saja.
    

    Contoh pesan singkat untuk menanyakan kelonggaran zona waktu ke recruiter (bahasa Inggris, sopan, langsung):

    Hi Sarah, thanks for reaching out about the Frontend Engineer role.
    I'm based in Jakarta (UTC+7). I can reliably overlap 9am-11am ET,
    which is 9pm-11pm my time, and I'm comfortable working async for the rest
    of the day. Would a 2-hour daily overlap work for this team?
    

    Kesalahan umum

    1. Melamar lowongan "US only" dari Indonesia. Recruiter biasanya menyaring otomatis berdasarkan lokasi. Cara benar: baca label lokasi dan kalimat "authorized to work" dulu, baru melamar.
    2. Menganggap contractor sama dengan karyawan. Contractor tidak otomatis mendapat cuti berbayar, BPJS, atau THR dari klien, dan urusan pajak jadi tanggung jawab sendiri. Cara benar: hitung "gaji bersih" setelah menyisihkan pajak, asuransi, dan dana darurat (modul 7 dan 8).
    3. Lupa daylight saving. Meeting rutin 21.00 WIB bisa tiba-tiba jadi 20.00 WIB di bulan Maret. Cara benar: simpan meeting di kalender dengan zona waktu US-nya, jangan hanya mencatat jam WIB.
    4. Langsung mengejar visa tanpa pengalaman remote. Jalur visa butuh sponsor dan peluangnya kecil. Cara benar: bangun rekam jejak lewat remote contractor dulu, sambil mengumpulkan bukti kerja yang kelak bisa dipakai.
    5. Setuju overlap yang tidak manusiawi. Kerja dari 21.00 sampai 03.00 WIB setiap hari akan merusak kesehatan dalam beberapa bulan. Cara benar: negosiasikan overlap 2-3 jam sejak awal.

    Latihan

    1. Mudah, Tim kamu ada di San Francisco. Daily stand-up pukul 10.00 Pacific di bulan Juli. Jam berapa itu dalam WIB?
    2. Sedang, Ambil 5 lowongan remote developer dari situs mana pun. Untuk masing-masing, tentukan: terbuka untuk Indonesia atau tidak, jalurnya (contractor/EOR/visa), dan jam overlap dalam WIB.
    3. Menantang, Tulis rencana jalur pribadi 12 bulan: jalur mana yang kamu ambil sekarang, apa syarat naik ke jalur berikutnya, dan pola jam kerja harian yang kamu usulkan ke calon tim.
    Lihat solusi
    1. Juli berarti daylight saving, Pacific = PDT = UTC−7. 10.00 PDT = 17.00 UTC = 00.00 WIB keesokan harinya. Itu sebabnya banyak developer Indonesia meminta stand-up dibuat async (tertulis di Slack).

    2. Contoh pengisian satu baris:

    1. Acme, "Remote (Anywhere)", contractor via Deel, overlap 9-11am ET
       → Nov-Mar: 21.00-23.00 WIB; Mar-Nov: 20.00-22.00 WIB → TERBUKA
    2. Beta Corp, "Remote, US only, must be authorized" → TIDAK TERBUKA
    
    1. Contoh rencana:
    Bulan 1-3  : Lamar 30 posisi contractor "Worldwide". Target: 1 kontrak.
    Bulan 4-12 : Kerja sebagai contractor, kumpulkan metrik dampak & referensi.
    Naik jalur : Setelah 12 bulan, lamar posisi employee via EOR di perusahaan
                 yang sama atau lain.
    Jam kerja  : 10.00-16.00 WIB kerja fokus, 20.00-22.00 WIB overlap (ET).
    Visa       : Tidak dikejar tahun ini; dievaluasi ulang setelah 2 tahun.
    

    Ringkasan

    Video pendamping

    Kalau penjelasan di atas belum masuk, tonton ini. Video dari kanal YouTube pihak lain.

    Langkah untuk dapat kerja di luar negeri (sebagai programmer)Pintar Programming · Bahasa IndonesiaBuka di YouTube

    Kuis pemahaman

    Pilih satu jawaban per soal. Penjelasan muncul setelah kamu menjawab.